Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, untuk membuat batik kita memerlukan bahan kain, malan, pewarna dan bahan kimia untuk merebus batik. Untuk mengurangi harga beli bahan, biasanya produsen membelinya dalam jumlah besar. Pertama-tama bahan dipotong sesuai dengan ukuran bahan untuk pakaian atasan pria atau wanita. Biasanya ukurannya sekitar 150x225cm untuk kemeja lengan pendek atau sekitar 150x250m untuk kemeja lengan panjang.
Bahan baku batik
Bahan baku diukur dan dipotong
Setelah dipotong maka langkah selanjutnya adalah pembuatan pola. Untuk pengrajin pemula, pembuatan pola biasanya didahului dengan membuat goresan pola menggunakan pensil dan baru setelah itu, goresan pola tadi dipertegas dengan menggunakan malan. Semua pola yang sudah tebentuk akan ditegaskan dengan menggunakan malan. Sesudahnya maka akan dilanjutkan dengan pewarnaan pola.
Penegasan pola dengan malan
Pewarnaan yang dilakukan bermacam macam, dan biasanya untuk batik tulis menggunakan warna-warna alam seperti kunyit untuk menghasilkan warna kuning dan masih banyak lagi. Dengan bahan warna alami ini warna yang dihasilkan akan semakin cerah setelah proses pencucian (asalkan dengan cara yang benar) dan juga aroma batik tulis yg dihasilkan akan berbau harum (akan sangat berbeda dengan batik cap dan printing).
Setelah pembuatan motif dan pewarnaan, maka langkah selanjutnya proses pemasakan. Kain motif tadi dimasak dalam air mendidih dengan larutan kimia tertentu. Setelah matang maka kain tadi akan dijemur dibawah sinar matahari. Biasanya untuk menghasilkan batik tulis yang berkualitas, proses pewarnaan akan dilakukan kembali dan setelahnya dilakukan proses pemasakan kembali. Untuk kualitas super, biasanya proses ini dilakukan 4-5 kali atau bahkan lebih.
